7 Kebiasaan Buruk Yang Tidak Menunjukkan Profesionalisme Dalam Bekerja

Setiap pekerja atau karyawan tentunya memiliki kekurangan. Menjadi buruk jika kekurangannya ini tak bisa dikalahkan. Bukan hanya berdampak buruk bagi dirinya sendiri dan jenjang karier, namun akan menjadi kasus khusus jika sikap dan tingkah laku negatif tersebut sudah sampai tahap merugikan perusahaan tempat ia bekerja.

“A single bad habit is not likely to get you fired immediately, but the cumulative effect of the bad habit over time can,” jelas Dr. Katharine Brooks, Director of Liberal Arts Career Services, Universitas Texas, Amerika Serikat.

Semakin disayangkan jika karyawan tersebut tak sadar dengan perilaku buruknya. Alhasil ia akan bertahan di dalam perusahaan tanpa ada kemajuan signifikan dalam kariernya. Tak menutup kemungkinan ia akan dijadikan musuh bersama oleh rekan kerja lain dan yang paling buruk, diberhentikan (dipecat) dari perusahaannya.

Jangan terlalu terburu yakin dengan perilaku dan kebiasaan Anda di dalam pekerjaan sehari-hari. Tak ada salahnya melakukan cek dan ricek diri. Pastikan beberapa sikap dan sifat buruk di bawah ini tidak dilakukan di dalam sepak terjang karier Anda.

Menyepelekan Waktu Kerja

Terlambat datang ke kantor atau hadir di meeting memang tak lantas membuat gaji Anda terpotong. Hanya saja mengulang kebiasaan ini terus-menerus akan menanamkan memori negatif pada atasan dan rekan kerja lain. Jika masalah kehadiran Anda merugikan efektivitas kerja orang lain dan perusahaan, bukan tidak mungkin Anda mendapatkan surat peringatan yang berujung pada pemecatan.

Melakukan Kesalahan Yang Sama

Mengerti kalau manusia tak luput dari kesalahan. Atasan pun bisa jadi sudah menoleransi kesalahan yang Anda lakukan dengan harapan Anda tidak mengulanginya. Ketika kesalahan tersebut Anda lakukan lebih dari dua kali—setelah mendapat teguran—dengan cepat citra diri Anda akan jatuh sebagai orang yang ceroboh, tidak detail, dan tidak fokus pada pekerjaan. Jangan salahkan atasan jika tidak bisa lagi memberikan tanggung jawab dan kepercayaan pada Anda.

Mengeluh Terus-rerusan

Ada 2 efek negatif yang dihasilkan dari kebiasaan mengeluh, gosip, atau protes berlebihan. Pertama, Anda dengan mudah dicap sebagai orang yang tidak memiliki passion pada pekerjaan karena selalu menyebarkan keluhan tanpa aksi (tindakan). Kedua, terlalu sering mengeluh tentang pekerjaan kepada rekan kerja lain memungkinkan terciptanya ruang negatif bagi perusahaan itu sendiri. Tak jarang rekan kerja terbawa dalam pernyataan negatif Anda. Jika Anda sudah tak lagi memiliki semangat bekerja di perusahaan tersebut, lebih baik mencari pekerjaan baru dan segera ajukan surat pengunduran diri.

Membawa Masalah Pribadi ke Dalam pekerjaan

Wanita umumnya lebih sering dikaitkan dengan masalah emosi dan mood ketika bekerja. Menjadi parah ketika Anda tidak bisa lagi memisahkan pikiran dan emosi saat bekerja, dengan konflik atau masalah bekepanjangan yang terjadi dalam kehidupan pribadi Anda. Emosi dan mood buruk dari rumah yang dibawa ke kantor jelas berpotensi besar mengeluarkan aura negatif bagi rekan kerja lain. Efek terbesar yang terlihat, hasil akhir pekerjaan dan tugas Anda pun terbengkalai.

Memanfaatkan Aset Kantor Untuk Kepentingan Pribadi

Menyalahgunakan fasilitas kantor untuk kepentingan pribadi bisa saja dilakukan tanpa diketahui oleh perusahaan. Namun sampai kapan Anda melakukannya? Korupsi di kantor bukan hanya masalah keuangan. Meminjam fasilitas kantor, seperti mobil, laptop, hingga perlengkapan alat tulis akan menjadi berbahaya jika dimanfaatkan untuk keperluan pribadi apalagi bisnis sampingan Anda. Jika perusahaan berhasil membuktikan kesalahan ini, GLITZMEDIA.CO yakin Anda sudah tahu efek terburuknya.

Mengatakan “Tidak”

Sebaiknya jangan pernah mengatakan TIDAK pada setiap tugas dan tanggung jawab yang datang kepada Anda—apalagi tanpa disertai alasan yang tepat. Alangkah lebih bijak jika Anda mencoba dulu tantangan yang diberikan sebelum langsung menolaknya. Atasan akan menilai Anda sebagai orang yang tidak multitasking dan tidak berdedikasi pada pekerjaan. Bukan tak mungkin penilaian baik justru diberikan kepada rekan kerja pesaing Anda yang justru menerima tanggung jawab ini.

Menunda Pekerjaan

Mungkin efeknya tak cepat terlihat, tetapi menunda pekerjaan terlalu sering akan menjerat Anda lembur setiap hari. Deadline tugas tak pernah tepat waktu dan hasilnya pun berisiko tak maksimal pula. Jika Anda menjadikannya kebiasaan, atasan dan rekan kerja tak lagi memprioritaskan tanggung jawab penting kepada Anda. Tugas-tugas kecil—atau mungkin tak terlalu penting—akan lebih sering datang kepada Anda hanya sebagai formalitas saja.

(Saskia Damanik, Image: Corbis)

Sumber : https://glitzmedia.co/post/leisure/career-money/hindari-7-kebiasaan-buruk-yang-tidak-menunjukkan-profesionalisme-dalam-bekerja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »