Pelatihan dan Pengenalan LMS Moodle

e-Learning menjadi sebuah fenomena yang sudah terasa manfaatnya dibidang pendidikan, sudah banyak perguruan tinggi maupun sekolah menengah yang mengimplementasikan sistem ini. Hal ini didukung dengan perkembangan protokol komunikasi internet dimana akses internet sudah sangat mudah untuk didapatkan. Jelas saja, ini tentu mengubah iklim belajar di dunia pendidikan indonesia.

Hari ini, pada tanggal 10 Oktober 2018 telah dilakukan Pelatihan dan Pengenalan Moodle untuk mendukung program e-Learning di lingkup Airlangga Group Balikpapan. Sebelumnya, untuk divisi Airlangga Group khususnya untuk jenjang pendidikan tinggi dan pendidikan menengah, sudah menggunakan sistem e-Learning baik itu menggunakan Schoology, Google Classroom, maupun sistem yang dikembangkan sendiri oleh tim IT Airlangga Group. Di pancing oleh rapat pra raker yang dilaksanakan oleh jajaran BOD tanggal 21 sampai 26 september 2018, didapatkan hasil diskusi untuk Ujian Online yang akan dilaksanakan oleh pendidikan menengah yaitu SMK Airlangga dan SMK Kesehatan.

Kedua divisi pendidikan menengah tersebut sudah menggunakan sistem Schoology dan sistem ujian online hasil pengembangan tim IT Airlangga Group, dikarenakan perbedaan tersebut, ada keinginan untuk menggunakan sistem yang sama, karena masing-masing sistem tersebut tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. SMK TI yang sudah menggerakkan e-Learning di lingkup kerjanya mengenalkan Moodle sebagai alternatif dimana kelebihan Moodle tersebut sudah terakui berdasarkan pengalaman mereka dalam melaksanakan e-Learning maupun ujian online.

Berdasarkan alasan tersebut dilakukanlah Pelatihan dan Pengenalan Moodle kepada jajaran SMK Airlangga, SMK Kesehatan Airlangga dan SMP Airlangga Balikpapan agar lebih memahami bagaimana kerja dari Moodle tersebut, apakah sesuai dengan kebutuhan mereka atau tidak.

Dari pelatihan tersebut, Bapak Muhammad Yani, S.Kom menjabarkan fungsi Learning Management System Moodle untuk sistem Guru, Admin dan Siswa, Moodle ini selain untuk Ujian online, dapat digunakan untuk upload tugas serta forum pembelajaran kelas. Bapak Yani juga sempat menyarankan agar dijadikan satu sistem sentralisasi yang akan digunakan oleh 3 Sekolah di Gn. Guntur selain itu diusulkan agar menggunakan jaringan lokal agar lebih efektif dan efisien.

 

Dalam Closing Statement pelatihan tersebut, didapatkan kesimpulan yaitu :

  • Adanya server dan pengelolaan sistem yang terintegrasi antara 3 sekolah.
  • Operator dapat dipilih dari masing-masing divisi.
  • Kebutuhan peningkatan jaringan lokal (Wifi) .
  • Kondisi dimana SMP Airlangga tidak mempunyai Lab Komputer dapat menggunakan Lab SMK.
  • Kebutuhan optimalisasi Lab SKARLA.
  • Kebutuhan persiapan infrastruktur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »