50 Pejabat Struktural UM Dilantik — Siap Hadirkan Smart Campus Berbasis IT

MENJADI universitas baru di Kalimantan Timur, menuntut Universitas Mulia harus mampu bersaing dengan berbagai universitas yang telah lahir terlebih dulu. Dan sebagai upaya memenuhi semua tantangan itu, institusi yang berada dibawah Yayasan Airlangga ini pun kian bergerak cepat dengan melantik 50 lebih pejabat struktural, Sabtu (16/2) lalu.

Dengan seremonial pelantikan yang dilakukan oleh Rektor UM Agung Sakti Pribadi di aula kampus Cheng Ho, menandakan UM kini siap bersaing dan menjadi Global Technopreneur Campus pertama di Kalimantan Timur.

Agung Sakti Pribadi mengungkapkan, para pejabat yang telah dilantik tersebut bukanlah orang baru, melainkan tenaga SDM hebat yang sudah ada sebelumnya di lingkungan Yayasan Airlangga. Ia berharap dengan posisi dan tanggung jawab baru ini, para pejabat dapat bekerja lebih giat. “Poin penting yakni merubah mindset, dari sebelumya bekerja untuk Akademi dan Sekolah Tinggi, kini untuk Universitas yang prodinya makin banyak dan cakupan keilmuan lebih luas dan kompleks. Pola berpikir juga harus global,” unkapnya.

Agung menjelaskan, setelah pelantikan langkah awal yang dilakukan UM adalah mendatangkan TIM ISO dari Jakarta. “Karena sejak awal kita memang sudah harus dikawal dengan sistem ISO,” ujarnya.

Nantinya, kata dia, dengan penguatan sistem ISO dan program Smart Campus, diyakini UM akan menjadi universitas berbasis IT terbaik di Kaltim. “Dua langkah ini akan kami perkuat saat ini, selain itu jurnal nasional dan internasional akan menambah kekuatan di UM. Nantinya target masing-masing prodi akan memiliki jurnal nasional dan internasional,” kata Agung.

Tim ISO, lanjutnya, akan dipanggil Februari ini. Sementara program smart campus telah berjalan sejak Januari. Dimana smart campus menargetkan semua fasilitas dan pelayanan yang ada di UM akan terintegrasi dengan IT. Mulai dari saat memasuki parkir kampus, proses belajar hingga melakukan administrasi perkuliahan akan menggunakan kartu yang sudah dirancang khusus. Kartu yang dinamakan Smart Card itu, nantinya akan menjadi identitas setiap mahasiswa. “Intinya dengan sistem berbasis IT yang terintegrasi ini, semua yang ada di UM bisa diawasi dan dikontrol dengan baik dan mudah. Hanya sekali klik semua bisa terpantau,” terangnya.

Dilain pihak, Kepala Lembaga Penelitian, Pelatihan dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP3M) Richki Hardi menjelaskan konsep Smart Campus yang memanfaatkan Radio Frequency Identification (RFID) akan mempermudah semua pelayanan yang ada di UM. “Smart Card yang disiapkan nanti akan memiliki banyak fungsi, selain menjadi kartu identitas mahasiswa, juga berguna untuk proses belajar, seperti absensi yang biasanya secara manual, kini dengan kartu itu tinggal ditempelkan di mesin RFID. Selain itu berfungsi sebagai e-money untuk bertransaksi di kantin, ataupun membayar denda di perpustakaan,” jelasnya.

Dalam pengembangannya juga, lanjut Richki, kartu itu akan dibuat untuk top up OVO. “Jadi fungsinya, sejak awal mahasiswa tiba di gerbang kampus, sudah langsung terdeteksi. Dan bila membuka pintu kelas hingga laboratorium semua dapat digunakan dengan RFID card itu,” tambahnya.

Saat ini, kata dia proses menuju simulasi sudah 80 persen. Rencananya simulasi akan di lakukan pada Maret awal, dan targetnya saat memasuki semester baru aplikasi dan kartu tersebut sudah bisa digunakan oleh seluruh mahasiswa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Translate »