Belum Seminggu Diresmikan Universitas Mulia Punya Jurnal Internasional

Rabu, 6 Februari 2019. Salah satu poin penting dalam menjalankan fungsi Tridharma Perguruan Tinggi oleh dosen adalah melaksanakan penelitian dan mempublikasikan hasil pemikiran serta analisisnya. Kinerja dosen yang selanjutnya menjadi kinerja jurusan, fakultas, dan perguruan tinggi sangat dipengaruhi oleh seberapa luas dan berkualitasnya publikasi para dosen.

Tuntutan publikasi yang dilakukan komunitas akademik perguruan tinggi memberikan dampak yang cukup besar terhadap kesadaran para dosen tentang pentingnya melakukan kajian, penelitian, serta menulis karya ilmiah. Perkembangan karya ilmiah di Indonesia relatif makin baik, terutama sejak diberlakukannya regulasi pemerintah, yang mewajibkan mahasiswa S-1, S-2, hingga S-3 untuk menulis artikel di jurnal ilmiah sebagai salah satu prasyarat kelulusan. Dosen pun terus dituntut untuk menulis karya di jurnal ilmiah, baik di tingkat nasional terakreditasi maupun jurnal internasional bereputasi.
Menyikapi hal tersebut, Universitas Mulia yang baru diresmikan 31 Januari lalu, kini telah menjawab tantangan tersebut.

Universitas yang belum satu minggu diresmikan itu sudah memiliki jurnal internasional yang bernama Mulia International Journal of Trance In Informatics and Computer Applications (Multica). “Bersamaan launching Universitas Mulia, kami sekaligus meresmikan jurnal internasional hasil karya dosen Unversitas Mulia. Alamat website-nya yaitu multicajournal.org,” ungkap Managing Editor Multica Universitas Mulia Balikpapan Richki Hardi.

Dia menyebut, saat ini jurnal internasional ini merupakan satu-satunya yang ada di Kaltim yang terbentuk bersamaan universitasnya. Fungsi dan pentingnya jurnal internasional yang dimiliki universitas yakni untuk mendukung dosen melakukan penelitian dan menerbitkan jurnal tersebut di situs resmi. Khusus di Universitas Mulia, belum genap dua bulan, visitor sudah melingkupi 16 negara. Sedangkan untuk reviewer yang sudah memublikasikan ada lima negara yakni Brasil, Tiongkok, Indonesia, dan Malaysia. “Kami sudah memublikasi tujuh naskah dalam tiga pekan terakhir. Semoga terus bertambah lagi,” ungkapnya.

Dia juga menjelaskan, jurnal internasional yang dimiliki Universitas Mulia sudah mempunyai ISSN dengan terbitan dua kali per tahun. Pihaknya kini sedang melakukan proses internasional indeks dengan target lima bulan ke depan akan mendapatkan indeks yang banyak. Karena semakin banyak indeksnya maka semakin baik pula jurnal yang ada. “Saat ini publikasi jurnal internasional ini masih free sampai dua tahun. Setelah itu, akan dikenakan biaya cetak dan biaya indeks untuk harga standar yaitu 30 dolar atau setara dengan 450 ribu rupiah. Namun, fix-nya akan dirapatkan dulu oleh pihak universitas,” jelasnya.

Selain informasi tentang jurnal internasional, pihaknya menginformasikan bahwa pada 2019 Universitas Mulia akan menggelar international conference, Oktober mendatang. Mengundang pembicara dari tiga negara, Indonesia (Kemenristekdikti), Denmark, dan Malaysia. “Acara ini output-nya adalah publikasi yang terindeks scopus. Yaitu, lembaga indeks tertinggi yang diakui Kemenristekdikti. Ini yang biasanya dicari dosen dan peneliti profesional. Scopus banyak digunakan di semua keilmuan Bidang pendidikan dan IT,” ungkap Richki yang juga ketua panitia pelaksana Internasional Conference of Science and Information.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »