Pra Lokakarya Kurikulum UM

BALIKPAPAN, 3 Maret 2019- Sebagai upaya menghadirkan kurikulum yang berkualitas agar mampu bersaing dan menjadi Global Technopreneur Campus pertama di Kalimantan Timur, Universitas Mulia menggelar Pra Lokakarya Kurikulum.

Agenda yang dipusatkan di Kampus Cheng Ho UM tersebut diikuti seluruh tim perumus kurikulum Universitas Mulia.

Selama dua hari, berbagai materi terkait pengembangan kurikulum dibahas. Narasumber yang didatangkan langsung dari Jakarta pun membagikan berbagai kiat agar UM mampu menghadirkan kurikukum yang tepat. Salah satunya melalui peningkatan inovasi program pendidikan diberbagai sudut, serta membangun branding dengan memperbanyak konten digital.

Adapun contoh inovasi program yang ditawarkan narasumber seperti, menghadirkan program kuliah di dua jurusan secara bersamaan. Mahasiswa dapat mengambil dua jurusan disaat yang bersamaan.

Menerapkan konsep tiga tahun di kelas dan satu tahun melakukan magang. Penelitian 1 tahun itu bagi dosen juga dihitung sebagai pengabdian masyarakat. Kemudian tugas akhir bisa dilakukan dengan dua jalur, melalui skripsi dan non skripsi. Dalam pembuatan skripsi, satu judul bisa dilakukan oleh 3 orang, dan dapat dilakukan dengan lintas jurusan. Misalnya, mahasiswa bisa mengambil materi dari berbagai jurusan yang ada. Dan hasilnya bisa digunakan sebagai jurnal internasional.

Inovasi program lainnya yang ditawarkan, yakni metode pembelajaran di semester pendek bisa dilakukan dengan metode kuliah online. Dengan catatan universitas tetap harus menjaga mutu, dan harus mampu menghadirkan sarana dan prasarana yang mendukung.

Universitas Mulia sebagai universitas baru di Kaltim juga dituntut untuk mampu membangun karakter melalui mata kuliah atau kurikulum khas Mulia University.

Dan adapun ciri khas Mulia University terdapat pada hard skill dan soft skill. Untuk hard skill, UM harus memiliki mata kuliah yang berkaitan erat dengan teknologi informasi, entrepreneurship, serta english for business. Dimana dalam penerapan entrepreneurship mahasiswa nantinya harus bisa merancang ide bisnis, merancang prototype (produk bisnis) dan mampu melalukan konsolidasi internal dan external hingga mampu membut business plan.

Sementara untuk soft skill, berkaitan dengan kreatif skill , komersial skill, negosiasi skill, dan leadership skill.

Dan dalam menyusul kurikulum, Universitas Mulia harus merujuk kepada kerangka
outcome based education. Yang mana outcome based education tersebut berbasiskan SKKI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) dan KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia). Serta menyusun kurikulumum UM harus juga menyesuaikan dengan kebutuhan industri.

Struktur Kurikulum

  1. Kurikulum utama = S1 dengan 80 SKS ; D3 dengan 60 SKS
  2. Kurikulum unggulan = S1 dengan 40 SKS ; D3 dengan 30 SKS
  3. Kurikulum teknopreneur = S1 dengan 10 SKS ; D3 dengan 10 SKS
  4. Kurikulum Lintas Fakultas = S1 dengan 10 SKS ; D3 dengan 10 SKS
  5. Skripsi : S1 6 SKS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Translate ยป