Seminar Budaya Mutu Kepada Pimpinan Perguruan Tinggi

Banjarmasin, 28 Maret 2019. Kementerian Riset Teknologi Dan Pendidikan Tinggi, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Penjamin Mutu sukses menggelar Seminar Budaya Mutu Kepada Pimpinan Perguruan Tinggi di Hotel Best Western Banjarmasin.
Sebanyak 150 pimpinan Perguruan Tinggi hadir dalam seminar tersebut. Dan salah satunya Universitas Mulia yang diwakili oleh Wakil Rektor 2, Bapak Ir. Sigit Sigalayan.
Dalam seminar itu, dibahas mengenai kondisi global saat ini. Dimana adanya perubahan teknologi, seta tuntutan pengguna jasa pendidikan tinggi yang semakin meningkat, mengakibatkan persaingan antar Perguruan Tinggi (PT) semakin ketat. PT tidak hanya dituntut efektif dan efisien dalam pengelolaannya tetapi juga harus berkualitas. Hanya institusi/PT yang memperhatikan kualitas yang dapat bertahan hidup dan memenangkan pesaingan. Perkembangan pendidikan tinggi di Indonesia dari segi kuantitaif pertumbuhannya cukup mengesankan. Namun dari segi mutu perlu bertumbuh lebih cepat untuk mengejar dan sejajar dengan pendidikan tinggi di negara maju.
Dengan adanya perkembangan di dunia, khususnya dalam bidang ipteks termasuk di dalamnya revolusi industri (industri 4.0) yang ditandai dengan karakteristik sekaligus tantangan dari big data. suka atau tidak suka akan mengubah PT menjadi institusi penyelenggara tri dharma perguruan dengan cara baru. PT saat ini ditantang untuk siap menghadapi berbagai perubahan disruptif, baik dalam hal pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.
Untuk menghadapi kondisi tersebut, diperlukan pemimpin yang mampu berinovasi yaitu pemimpin yang mampu melaksanakan transformasi dari keadaan sekarang menuju keadaan lebih baik di masa mendatang. Pemimpin yang mampu membuat PT bertahan dan meningkatkan daya saing saat ini dan di masa depan. PT perlu pengakuan untuk dikatakan baik dan layak dipilih oleh stakeholder. Tugas seorang pemimpin adalah menyelesaikan sesuatu dan membuat sesuatu itu terjadi dengan komitmen. Pemimpin sebagai agen perubahan perlu tahu bagaimana agar berbagai visi perubahan yang ada bisa “pas” masuk pada visi PT yang dipimpinnya, melalui filosofi kepemimpinan yang kompeten dan berkarakter.
Diperlukan standar untuk mengukur ketercapaian visi dan misi PT. Sesuai dengan amanat Permenristekdikti Nomor 44 tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi yang diubah dengan Permenristekdikti No 50 tahun 2018 tentang Perubahan Atas Permenristekdikti No 44 tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, bahwa setiap PT wajib menyusun setandar pendidikan tinggi secara internal yang diharapkan melampaui standar nasional. Pertanyaannya, sudahkan PT kita di Indonesia dijalankan/dikelola berdasarkan standar pendidikan tinggi? Pada proses pencapaian standar tersebut kemudian diperlukan suatu sistem yang mampu mengendalikan agar tercipta budaya mutu. Sistem tersebut adalah Sistem Penjamin Mutu Internal (SPMI.
SPMI memiliki siklus kegiatan yang terdiri atas; a) Penetapan Stadar Pendidikan Tinggi. b) Pelaksanaan Standar Pendidikan Tinggi. c) Evaluasi Pelaksanaan Standar Pendidikan Tinggi. d) Pengendalian Pelaksanaan Standar Pendidikan Tinggi, dan e) Peningkatan Standar Pendidikan Tinggi yang dikenal dengan Siklus PPEPP. Luaran penerapan SPMI oleh perguruan tinggi digunakan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) atau Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) untuk penetapan status dan peringkat terakreditasi perguruan tinggi atau progam studi yang dilaksanakan melalui 3 tahapan siklus yaitu; a) Evaluasi Data dan Informasi, b) Penetapan Status Akreditasi dan Peringkat Terakreditasi, dan c) Pemantauan dan Evaluasi Status Akreditasi dan Peringkat Terakreditasi yang dikenal denga Siklus EPP. Instrumen yang dipakai mengukur mutu oleh BAN-PT/LAM sekarang telah harmonis dengan Standar Pendidikan Tinggi yang mengacu SN-Diki, dengan terbitnya Peraturan BAN-PT No.59 tahun 2018 tentang Panduan Penyusunan Laporan Evalunsi Diri, Panduan Penyusunan Laporan Kinerja Perguruan Tinggi dan Matriks Penilaian dalam Instrumen Akreditas PT.
Untuk mempercepat terwujudaya budaya mutu, Direktorat Penjaminan Mutu, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset. Teknologi, dan Pendidikan Tinggi meluncurkan berbagai macam program (26), diantaranya: 1) Diseminasi SPMI, 2) Lokakarya SPML. 3) Lokakarya Penyusunan Dokumen SPMI. 4) Lokakarya AMI. 5) Pendampingan AMI, 6) Lokakarya Calon Pelatih Nasional, 7) Bimbingan Teknis, 8) Seminar Budaya Mutu, 9) Klinik online SPMI. 10) Penguatan pendidikan kedokteran melalui uji kompetensi, dll, 11) Hibah Program Asuh PT Unggul, 12) Program Penguatan Kopertis dalam Penjaminan Mutu Prodi. Yang baru: Program Penguatan Mutu Program Pasca dan Program Evaluasi Diri PT/Prodi Online
Harapan Indonesia untuk memiliki PT kelas dunia telah direspon oleh beberapa PT dengan membangun budaya mutu pendidikan tinggi dan membangun mutu PT. Beberapa pengalaman membangun budaya mutu pada Seminar hari ini disampaikan dengan baik sekali oleh PT Universitas Gunadharma, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Katolik Widya M Surabaya (UKWMS).
Universitas Katolik Widva Mandala Surabaya (UKWMS) selain menginspirasi kita tentang Kepemimpinan Perguruan Tinggi di Era Reformasi juga berbagi tentang strateginya membangun mutu pendidikan dengan menetapkan tonggak-tonggak strategis, meliputi Tahap I (2011-2015) dengan target terinternalisasinya nilai keutamaan PeKA (Peduli, Komit, Antusias) di kalangan komunitas UKWMS dan semakin kokohnya budaya korporasi UKWMS: Bidang Penelitian Klaşter Madya; dan Akreditasi Institusi (AIPT). B: Tahap II (2016-2020) dengan target tercapainya keunggulan UKWMS di bidang pendidikan dan pengajaran yang memanfaatkan kemajuan TIK dan pemetaan posisi baru UKWMS. Bidang penelitian: Klaster Utama: dan Akreditasi Institusi (AIPT): A: Tahap III ( 2021-2025) dengan target terwujudnya Posisi baru UKWMS yang stabil untuk pengembangan lebih lanjut sebagai institusi yang lebih berdaya secarafinansial dan unggul di bidang penelitian dan pengembangan ilmu serta pengabdian kepada masyarakat, selain dibidang pendidikan dan pengajaran, sehingga mampu melakukan transformasi social: Bidang Penelitian: Klaster Mandiri; dan Akreditasi Institusi (AIPT): A serta Akreditasi Intenasional): AUN
Harapan Indonesia untuk memiliki PT kelas dunia telah direspon oleh beberapa PT dengan membangun budaya mutu pendidikan tinggi dan membangun mutu PT. Beberapa pengalaman dalam membangun budaya mutu pada Seminar hari ini disampaikan dengan baik sekali oleh PT Universitas Gunadharma, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Katolik Widva Mandala Surabaya (UKWMS).
Universitas Gunadarma yang berawal dari Akademi Sains Komputer (AKSI) pada 1981 secara gradual bermetamorfosis menjadi Sekolah Tinggi Manaimen Informasi Komputer (STIMIK) pada 1985. lalu meniadi Sekolah Tinggi IImu Ekonomi (STIE) pada 1990, dan sejak 1996 menjadi Universitas Gunadarma (UG). PT ini konsisten mengembangkan tenologi komputer dan manajemen yang sejak awal menekankan proses pembelajaran berbasis TIK. Mengintegrasikan berbagai subsistem lewat Sentralisasi Sistem Informasi dan Desentralisasi Content Updating. Hingga kini di kampus yang berlokasi di beberapa tempat tersebut, memiliki slogan UG dalam genggaman (menggunakan HP UG). Sejalan dengan strategi yang dikembangkan, kini UG telah banyak berbagi ke PT lainnya. Strategi yang dikembangkan tersebut, yakni tim keria yang selalu melangkah ke depan, berfikir postif, dan saling asah-asuh. UG sebagai salah satu PT yang berbasis komputer, beberapa waktu lalu, menggelar Seminar Teknologi Big Data dan Virtual Anatomi. Pada seminar terseut diperkenalkan sebuah produk komputer super canggih (DGX-1) yang dapat mengakses berbagai data dengan keakuratan lebih cepat dan tepat. Semua ini tentu bisa terjadi karena adanya komitmen dari seluruh komponen, terutama dan dimulai dari komitmen pemimpinnya.
Universitas Lambung Mangkurat (ULM) yang baru saja meraih akreditasi A dari BAN-PT pada 2019. menerapkan konsep manajemen perubahan PT melalui PPEPP. ULM selain berbagi praktik baik mengenai kepemimpinan (leadership) dan pentingnya membangun jaringan dengan lingkungan sekitar, juga berbagi tentang perencanaan strategis yang diterapkan, diantaranya dengan ilustrasi penetapan tonggak-tonggak capaian seperti fase kematangan integratif pada kurun 2010-2015, yang kemudian difokuskan pada pengembangan sumber daya yang unggul dalam bidang lingkungan lahan basah, menjadikan pusat unggulan dan pusat pengembangan lahan basah di Asia Pasifik. Selain itu, langkah-langkah seperti memberi apresiasi fisik (komponen gaji dosen, dll), apresiasi intelektual (studi laniut, naik jabatan akademik, jabatan structural. reward lainnya), membangun sistem formal (dengan menyusun berbagai dokumen- termasuk Dokumen SPMID), mengembangkan manajemen kontrol berupa Simari (Sistem Informasi Universitas Lambung Mangkurat Terintegrasi).
Mengingat mutu pendidikan tinggi merupakan perintah undang-undang, maka komitmen Pemimpin PT dalam mengimplementasikan SPMI lewat PPEPP meniadi sebuah keharusan Komitmen Pimpinan yang hadir pada Seminar Budaya Mutu Perguruan Tinggi di Banjarmasin. yang dalam hal ini diwakili oleh Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi dan Pimpinan Perguruan Tinggi di Wilayah Kalimantan dan sekitarnya. pagi hari ini Kamis, 28 Maret 2019 telah mendeklarasikan, dengan membaca dan menandatangani naskah deklarasi- komitmen untuk mengembangkan badaya mutu, melalul fasilitasi dan implementasi SPMI di PT masing- masing Semoga hal tersebut terwujud. Amin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »