Universitas Mulia Ikut Sosialisasi Permenristekdikti No 24 Tahun 2019

Palangka Raya, 11 April. Bersama puluhan perguruan tinggi wilayah Kalimantan, Rektor Universitas Mulia Bapak Agung Sakti Pribadi bersama Wakil Rektor 2, Bapak Ir. Sigit Sigalayan, mengikuti Sosialisasi Permenristekdikti No 24 Tahun 2019 tentang Manajemen Inovasi Perguruan Tinggi di Universitas Palangka Raya (UPR).

Dalam sosialiasi itu banyak persoalan yang dibahas, seperti yang disampaikan oleh Wakil Rektor 1 UPR dalam pembukaannya yakni terkait Produktivitas hasil Penelitian, Publikasi, dalam rangka menunjang, meningkatkan ekonomi nasional yang didorong oleh perkembangan inovasi di Perguruan Tinggi (PT) dan menghasilkan produk-produk Inovasi.  Di UPR target 5 produk di tahun 2019. Kemudian mengatur strategi terhadap keinginan Ristekdikti untuk terciptanya output/outcome inovasi.

Sementara Sekretaris LLDIKTI Dr Akbar menyampaikan bawah, Ka. LLDIKTI melakukan penjajakan kerjasama dengan beberapa PT di Cina. Dimana Tri Dharma PT + Inovasi = PT Unggul.
 
Sementara Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Jaringan Inovasi menyampaikan, hasil-hasil Riset PT, yang bagaimana ke depan? Bagaiaman menghubungkan publikasi ilmiah dengan pertumbuhan ekonomi, dan terasa manfaatnya pada pembangunan nasional. Bagaimana proses Inovasi di PT berlangsung → Permenristekdikti No. 24 Tahun 2019, bagaimana hasil riset itu bermanfaat bagi masyarakat, masyarakat merasakan manfaat besar dari riset-riset yang telah dilakukan. Ristekdikti memberikan penghargaan lebih 10% dalam penilaian akreditasi. Kinerja dimulai dari proses persiapan pembentukan unit, organisasi, dan rancangan kerja. Tidak harus langsung ke output. Sementara, Inovasi tidak hanya pada bidang Eksakta, namun juga Non Eksakta (misal secara sosial dan budaya PT telah memberikan dampak perubahan pada Masyarakat baik secara sosial maupun ekonomi).
 
Direktorat Sistem Invormasi, Ditjen Penguatan Inovasi Nadami menyampaikan, Urgensi penyelenggaraan manajemen Inovasi di PT, sesuai arahan Presiden, semua riset yang keluar dari PT harus memiliki nilai-nilai dan manfaat langsung kepada masyarakat. Amanat UU No. 12 tahun 2012 tentang penelitian pasal 45: hasil penelitian memberikan manfaat bagi masyarakat. Visi pembangunan Nasional 2025 yang mengisyaratkan pentingnya hasil-hasil inovasi. Temu tahunan Rektor tahun 2018 di Makasar atas rekomendasi pentingnya Inovasi. Inovasi harus masuk dalam skala Komersial. PT mampu untuk melaukan komersialisasi produknya (marketing) namun masih dalam skala mikro. Inovasi → Royalti / Financial Benefit bagi dosen. Tri Dharma →Milik PT. Pimpinan PT harus mendorong agar pengelolaan Inovasi di PT dapat berjalan baik. Secara umum Perencanaan belum ada, organisasi tumpang tindih, anggaran belum ada. Outcome dari riset bisa di dorong jadi inovasi. Inovasi tidak terpisahkan dari Renstra, Perencanaannya harus masuk Renstra PT (akan masuk ke dalam penilaian Akreditasi).
Inovasi dalam Renstra harus diturunkan dalam rencana tahunan (Program Inovasi). Tidak harus membentuk lembaga baru, dapat disematkan fungsinya di organisasi yang ada. Akses pembiayaan dalam pengembangan Inovasi. Kerjasama dengan pihak ke-3 untuk meningkatkan kapasitas dosen agar memiliki kemampuan dalam melakukan inovasi. Pendanaan, Hibah, Kerjasama, Masyarakat, APBN, APBD, Pihak ke-3, dan sumber lain yang sesuai peraturan perundang-undangan. Hasil Implentasi harus di upload, implementasi yang dibuktikan bahwa inovasi sudah diterapkan di lapangan. Dua cara dalam melahirkan inovasi di PT, yakni Teknologi Push dan Market Full, atau spin off dengan pihak ke-3 (kerjasama dengan distributor, ex. Eramart).

BINUS mendapatkan penghargaan sebagai PT di Asia Tenggara yang mengembangkan Inovasi terbaik. Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku: Pelaksanaan Manajemen Inivasi di PT, Pelaksanaaan Akreditasi dan Pemeringkatan PT, PT Wajib menyesuaikan dengan Peraturan Menteri ini paing lambat 2 tahuh setelah diundangkan. Masing-masing PT dalam hal melakukan menajemen pengembangan Inovasi, organisasi yang melaksanakan Manajemen Inovasi diserahkan sepenuhnya kepada Pimpinan PT, Ristekdikti berkepentingan sejauh mana Inovasi tersebut dijalankan di PT.  Pola lain dapat saja PT melakukan kerjasama dengan PT lain yang sudah melaksanakan. Total Quality Manajemen Berbasis Inovasi (Bontang). (WR-1 KUKAR – Bpk. Raden). Di tingkat mahasiswa ada Unit Pelaksana Teknis Minat Bakat dan Kewirausahaan. Produk yang mempunyai komersialisasi → I
 
 Oleh: SIGIT SIGALAYAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »