Halalbihalal Keluarga Besar Yayasan Airlangga

NUANSA putih yang mencerminkan simbol kebersihan dan kesucian hati tersaji dalam acara Halalbihalal Keluarga Besar Yayasan Airlangga Group yang yang bertema Kembali Fitri bersama Hangatnya Kebersamaan di Aula Universitas Mulia, Selasa (18/6) kemarin. Setidaknya, ratusan orang hadir, mereka terdiri dari pengurus yayasan, dosen hingga karyawan universitas.

Ketua Yayasan Airlangga, Agung Sakti Pribadi mengatakan, kegiatan seperti ini sebagai upaya membangun silaturahmi antar sesama, khususnya antar divisi yang berperan serta dalam membangun solidaritas dan kebersamaan dalam bekerja serta kemajuan Yayasan Airlangga.

“Setelah menjadi Universitas Mulia, sekarangkan yayasan ada beberapa divisi, , bisa jadi sesama karyawan tidak berhubungan langsung, sehingga inilah saat yang tepat setelah Ramadan, sesuai budaya, kita bersilaturahmi, dan saling meminta maaf,” ujarnya disela-sela kegiatan.

Dirinya juga mengajak agar seluruh komponen yayasan dapat memperbaiki berbagai kekurangan yang ada dengan saling memaafkan, agar berbagai permasalahan hati bisa menjadi bersih kembali dan semangat kebersamaan bisa menjadi lebih erat. “Harapan kami harus sering-sering berkumpul seperti ini, karena Yayasan Airlangga ini tidak hanya perguruan tinggi tapi satu kesatuan dan bersinergi antara SMP, SMK, perguruan tinggi,” ungkapnya.

Melalui hahalbihalal ini juga, makna fitrah sesuai dengan makna hakiki Idul Fitri. Khususnya diri saya pribadi memohon maaf jika ada salah dalam menentukan kebijakan dan tindakan dalam bekerja. “Dengan semangat kemenangan dan hati yang fitrah, mari kita sama-sama kegiatan halalihalal ini sebagai titik awal untuk berbenah diri serta senantiasa berkontribusi dan berpartisipasi secara aktif di tengah masyarakat kedepannya,” imbuhnya.
Ia menambahkan, menjadi orang lebih baik di bulan Ramadan adalah hal yang baik. Namun akan lebih baik lagi jika setelah Ramadan, keimanan dan ketakwaan dapat tetap dijaga terlebih lagi jika ditingkatkan.

Sementara Plt Rektor Universitas Mulai, Ir Sigit Sigalayan menyatakan, kegiatan ini guna menyatukan langkah untuk menyongsong masa depan yang lebih baik lagi. “Dengan berubahnya menjadi Universitas Mulia, inilah kesempatan kita sama-sama menyatukan semangat. Mudah-mudahan kita diberikan kesempatan untuk berperan lebih aktif dalam dunia pendidikan di Indonesia dan Kaltim khususnya,” ungkapnya.

Menurutnya, diera globalisasi saat ini, semua tenaga pendidikan dituntut berperan aktif untuk dapat mengimbangi perkembangan teknologi yang saat ini telah berjalan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Translate »